Di dalam buku-buku Jawa purbakala, cara membatik hampir tidak pernah di muat, sehingga hanya sedikit sekali yang dapat diketahui tentang asal-usul kesenian membatik. Dasar pengetahuan tentang kesenian membatik, hanya dapat diketahui dari hasil-hasil kesenian membatik itu sendiri.
Motif lukisan yang sering digunakan di dalam kesenian batik biasanya berkisar pada lukisan tanaman-tanaman, binatang-binatang, dan cerita dahulu kala. lukisan-lukisan batik kuno yang terkenal terdiri dari garisan-garisan dan titik serba sederhana, serta mudah dilukis dengan cara menuang atau meneteskan linin yang sudah dilumarkan di atas kain. Akhiran “tik” dalam kata batik, berasal dari “menitik” atau menetes. Adapun perkataan “batik” dalam Bahasa Kromo diartikan sebagai “serat” sedangkan di dalam Bahasa Ngoko diartikan sebagai “tulis”.
Pekerjaan membatik yaitu melukis dengan lilin, di jaman dahulu merupakan pekerjaan yang sering dilakukan oleh para wanita dari golongan bangsawan. Hasil membatik biasanya digunakan hanya untuk kebutuhan keluarga sendiri. Bahkan terdapat peraturan adat yang mengatur bahwa seseorang hanya boleh memakai lukisan batik yang diijinkan. Dari beberapa macam lukisan batik, diantaranya yang dinamakan “parangrusak” hanya boleh dipakai oleh raja-raja dan dilarang keras dipakai orang biasa.
Artikel Relevan
Asal Usul Kesenian Batik
Keunggulan Teknik Membatik
Proses Pengerjaan Batik
Asal-usul Kesenian Batik
Kamis, 31 Maret 2011
Diposting oleh
Onizuka San
di
02.27
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Batik
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar